Lucky Charms Rainbow

Sabtu, 01 September 2018

Resensi Buku Pendidikan Karakter (Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah)





  
           Judul Buku             :        Pendidikan Karakter (Membangun                         Karakter Anak Sejak dari Rumah)
Penulis                   :       Abdullah Munir
Cetakan                  :       Cetakan Pertama, Juni 2010
Jumlah Halaman    :       148 lembar
Penerbit                  :       Pedagogia
Kategori                 :       Pendidikan
ISBN                      :       978-602-96493-3-8


Isi Buku
1. Pendidikan Satu (Mengenal Karakter)
Dalam bab ini dijelaskan bahwa karakter dapat dibentuk. Dalam berbagai literatur, karakter dapat dibentuk dengan kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang.keturunan atau gen bisa juga sebagai penentu karakter, tetapi bukan hal yang utama. Dari penelitian faktor yang dapat memengaruhi karakter adalah, gen, makanan,teman, orang tua, dan tujuan.
Karakter juga bisa diubah akan tetapi memerlukan waktu yang lama atau bahkan sulit. Karena secara bahasa karakter juga sulit diubah. Dan sesuatu yang bisa diubah adalah sikap, pendapat, pendirian dan sifat. Maka dari itu, keluarga merupakan lembaga terpenting dalam pembentukan karakter harus dibentuk dari anak usia dini. Perintah dan larangan merupakan bantuan untuk menolong anak, serta dapat menumbuhkan kesadaran mengenai apa itu kebaikan lalu dilanjutkan dengan tindakan nyata.
Orang tua harus memiliki bekal dalam pembentukan karakter anak yaitu waktu dan visi. Orang tua perlu merumuskan sifat dasar apa karakter yang akan dibentuk. Kemudian, untuk mendukung sifat dasar harus ditanamkan sifat positif.
2. Pendidikan Dua (Membangun Keberanian dan Ketabahan)
Lahirnya sifat pemberani dan tabah merupakan awal dari keyakinan yang kuat akan prinsip yang dipegang. Keberanian dan ketabahan yang tanpa prinsip akan sulit terlahir, tak heran bahwa keberanian dan ketabahan merupakan modal utama setiap orang untuk sukses. Hal yang terkait dalam munculnya keteguhan adalah keyakinan, harapan, ketekunan, serta kesetiaan.
3. Pendidikan Tiga (Membangun Kemampuan dan Mengendalikan Diri)
Para ilmuan barat mencantumkan syukur dan sabar dalam bagian pengendalian diri. Dalam Islam juga diajarkan ketika seseorang tersebut terkena musibah maka ia akan bersabar dan akan mendapatkan balasan yaitu surga. Para orang tua perlu melatihkan bagian sabar dan syukur sedari kecil, adapun cara untuk menanamkan sikap mengendalikan diri adalah anak dijauhkan dengan sumpah serapah. Cara ini dapat dilakukan dengan mengajarkan anak untuk tidak mengumpat. Jika hal tersebut terjadi harus dibuat peraturan nol toleransi terhadap sumpah serapah.
Kedua, dengan ditetapkan “Hari Bebas Keluhan”, cara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Allah. Ketiga, memberikan anak untuk membaca fenomena, tujuannya supaya anak memiliki sifat empati yaitu merasakan apa yang orang lain rasakan dan rasa syukur. Keempat, membuat pengumuman pagi, yang berfungsi memberikan penghargaan anak atas hal positif yang dilakukan. Penghargaan dapat berupa pujian, hadiah, bantuan, waktu yang berkualitas dan sentuhan fisik.
Kegiatan yang terakhir adalah melakukan latihan pada anak. Contohnya, budaya suka berbagi, sabar dalam antrian, membatasi jumlah jam menonton televisi, serta membuat jadwal harian yaitu anak diberikan tanggung jawab atau tugas untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan anak.
4. Pendidikan Empat (Menumbuhkan Sifat Adil dan Bijaksana)
 Bab ini menjelaskan mengenai sifat adil. Adil menurut istilah Islam adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, maksudnya adil bukanlah sama rata. Seseorang harus mengetahui betul obyek yang mana untuk memiliki kemampuan bersikap adil dan juga harus memiliki logika yang sehat. Keadilan lahir dari tanggung jawab dan kecerdasan. Karakter untuk mewujudkan sikap adil ini yaitu arah hidup, ketaatan, amanah, tanggung jawab, dan sportivitas.
5. Pendidikan Lima (Kisah-Kisah Pembangun Bangsa)
Bab ini berisi tentang beberapa cerpen pendek. Cerita-cerita pendek pada bab ini kental sekali dengan nilai karakter dan nilai agama serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu judul cerpen adalah Balut Keluhan, yang menceritakan seseorang yang membalut kepalanya, ketika ia ditanya apakah pernah merasa sakit selama sebagian terbesar dari hidupnya, ia menjawab tidak, lawan bicara menjawab bahwa selama ini ia tidak bersyukur dan diberi sakit kepala sedikit saja ia mengeluh. Amanat dari cerita tesebut adalah selalu bersyukur dan tidak mengeluh apapun kondisinya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Buku ini dikemas dengan bahasa yang mudah untuk dipahami, buku ini disajikan dalam porsi yang pas, isinya pun sangan ringkas, padat, dan jelas, sehingga para pembaca dapat memahami apa yang penulis maksud. Penulis juga melibatkan pembaca seolah-olah mengikutkan para pembaca untuk berdiskusi. Buku ini juga memiliki kekurangan yaitu, mungkin saja buku tidak bisa dibaca untuk umum, karena didalamnya terdapat nilai-nilai agama Islam yang cukup kuat. Maka dari itu para pembaca yang beragama selain Islam mungkin kurang memahami hal-hal apa yang terkandung didalamnya. 



1 komentar: