
Judul Buku : Pendidikan Karakter (Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah)
Penulis : Abdullah Munir
Cetakan : Cetakan Pertama, Juni 2010
Jumlah Halaman : 148 lembar
Penerbit : Pedagogia
Kategori : Pendidikan
ISBN : 978-602-96493-3-8
ISBN : 978-602-96493-3-8
Isi Buku
1. Pendidikan
Satu (Mengenal Karakter)
Dalam
bab ini dijelaskan bahwa karakter dapat dibentuk. Dalam berbagai literatur,
karakter dapat dibentuk dengan kebiasaan yang dilakukan secara
berulang-ulang.keturunan atau gen bisa juga sebagai penentu karakter, tetapi
bukan hal yang utama. Dari penelitian faktor yang dapat memengaruhi karakter
adalah, gen, makanan,teman, orang tua, dan tujuan.
Karakter
juga bisa diubah akan tetapi memerlukan waktu yang lama atau bahkan sulit.
Karena secara bahasa karakter juga sulit diubah. Dan sesuatu yang bisa diubah
adalah sikap, pendapat, pendirian dan sifat. Maka dari itu, keluarga merupakan
lembaga terpenting dalam pembentukan karakter harus dibentuk dari anak usia
dini. Perintah dan larangan merupakan bantuan untuk menolong anak, serta dapat
menumbuhkan kesadaran mengenai apa itu kebaikan lalu dilanjutkan dengan
tindakan nyata.
Orang
tua harus memiliki bekal dalam pembentukan karakter anak yaitu waktu dan visi.
Orang tua perlu merumuskan sifat dasar apa karakter yang akan dibentuk.
Kemudian, untuk mendukung sifat dasar harus ditanamkan sifat positif.
2. Pendidikan
Dua (Membangun Keberanian dan Ketabahan)
Lahirnya
sifat pemberani dan tabah merupakan awal dari keyakinan yang kuat akan prinsip
yang dipegang. Keberanian dan ketabahan yang tanpa prinsip akan sulit terlahir,
tak heran bahwa keberanian dan ketabahan merupakan modal utama setiap orang
untuk sukses. Hal yang terkait dalam munculnya keteguhan adalah keyakinan,
harapan, ketekunan, serta kesetiaan.
3. Pendidikan
Tiga (Membangun Kemampuan dan Mengendalikan Diri)
Para
ilmuan barat mencantumkan syukur dan sabar dalam bagian pengendalian diri.
Dalam Islam juga diajarkan ketika seseorang tersebut terkena musibah maka ia
akan bersabar dan akan mendapatkan balasan yaitu surga. Para orang tua perlu
melatihkan bagian sabar dan syukur sedari kecil, adapun cara untuk menanamkan
sikap mengendalikan diri adalah anak dijauhkan dengan sumpah serapah. Cara ini
dapat dilakukan dengan mengajarkan anak untuk tidak mengumpat. Jika hal
tersebut terjadi harus dibuat peraturan nol toleransi terhadap sumpah serapah.
Kedua,
dengan ditetapkan “Hari Bebas Keluhan”, cara ini bertujuan untuk meningkatkan
rasa syukur terhadap Allah. Ketiga, memberikan anak untuk membaca fenomena,
tujuannya supaya anak memiliki sifat empati yaitu merasakan apa yang orang lain
rasakan dan rasa syukur. Keempat, membuat pengumuman pagi, yang berfungsi
memberikan penghargaan anak atas hal positif yang dilakukan. Penghargaan dapat
berupa pujian, hadiah, bantuan, waktu yang berkualitas dan sentuhan fisik.
Kegiatan
yang terakhir adalah melakukan latihan pada anak. Contohnya, budaya suka
berbagi, sabar dalam antrian, membatasi jumlah jam menonton televisi, serta
membuat jadwal harian yaitu anak diberikan tanggung jawab atau tugas untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan anak.
4. Pendidikan
Empat (Menumbuhkan Sifat Adil dan Bijaksana)
Bab ini menjelaskan mengenai sifat adil. Adil
menurut istilah Islam adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, maksudnya adil
bukanlah sama rata. Seseorang harus mengetahui betul obyek yang mana untuk
memiliki kemampuan bersikap adil dan juga harus memiliki logika yang sehat.
Keadilan lahir dari tanggung jawab dan kecerdasan. Karakter untuk mewujudkan
sikap adil ini yaitu arah hidup, ketaatan, amanah, tanggung jawab, dan
sportivitas.
5. Pendidikan
Lima (Kisah-Kisah Pembangun Bangsa)
Bab
ini berisi tentang beberapa cerpen pendek. Cerita-cerita pendek pada bab ini
kental sekali dengan nilai karakter dan nilai agama serta dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu judul cerpen adalah Balut Keluhan,
yang menceritakan seseorang yang membalut kepalanya, ketika ia ditanya apakah
pernah merasa sakit selama sebagian terbesar dari hidupnya, ia menjawab tidak,
lawan bicara menjawab bahwa selama ini ia tidak bersyukur dan diberi sakit
kepala sedikit saja ia mengeluh. Amanat dari cerita tesebut adalah selalu
bersyukur dan tidak mengeluh apapun kondisinya.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Buku
ini dikemas dengan bahasa yang mudah untuk dipahami, buku ini disajikan dalam
porsi yang pas, isinya pun sangan ringkas, padat, dan jelas, sehingga para
pembaca dapat memahami apa yang penulis maksud. Penulis juga melibatkan pembaca
seolah-olah mengikutkan para pembaca untuk berdiskusi. Buku ini juga memiliki
kekurangan yaitu, mungkin saja buku tidak bisa dibaca untuk umum, karena
didalamnya terdapat nilai-nilai agama Islam yang cukup kuat. Maka dari itu para
pembaca yang beragama selain Islam mungkin kurang memahami hal-hal apa yang
terkandung didalamnya.
Sumber: http://library.uny.ac.id